Thu, 15 May 2025
Mengapa kita kecanduan main 'game'?

Mengapa kita kecanduan main 'game'?

The Conversation
15 May 2025, 01:55 GMT+10

43% Gen Z main gim setiap hari

Sistem hadiah dalam gim hingga buruknya hubungan dengan orang tua bisa jadi penyebab kita kecanduan gim

Gelisah ketika tidak bermain gim merupakan salah satu tanda kecanduan

Hampir setiap hari, kamu menghabiskan waktu bermain gim (game). Kecanduan gim bahkan bikin kamu lupa waktu, telat makan, kurang tidur, jarang bersosialisasi, dan sulit fokus ketika belajar maupun bekerja.

Sialnya, kecanduan gim bikin kamu sulit berhenti, apalagi lingkungan pertemananmu punya gaya hidup serupa. Survei menunjukkan bahwa 43% Gen Z memainkan gim setiap hari.

Lalu, apa yang menyebabkan kita kecanduan gim?

Ada sejumlah faktor yang bisa menyebabkan kita kecanduan game, di antaranya:

1. Sistem hadiah dalam gim

Saat bermain gim, kita akan mendapatkan reward (hadiah) berupa penambahan poin, karakter gim baru, ataupun kesempatan melaju ke level berikutnya. Sistem yang dirancang para pengembang gim ini bisa membuat kita termotivasi hingga ketagihan bermain gim setiap hari.

2. Ajang pelarian

Beberapa orang memainkan gim secara berlebihan demi melarikan diri dari kenyataan, misalnya karena punya relasi buruk dengan orang tua atau ingin mengurangi stres pekerjaan dan sekolah.

Kondisi ini berbahaya karena berisiko membuat kita memiliki persepsi keliru bahwa satu-satunya cara menghabiskan waktu luang adalah dengan bermain gim.

Apalagi saat bermain gim, otak kita melepaskan dopamin (hormon yang menimbulkan rasa senang). Tanpa disadari, kebiasaan bermain gim menyebabkan kita kecanduan dengan perasaan senang yang ditimbulkannya.

Dalam jangka panjang, otak menjadi kurang peka terhadap kesenangan dari aktivitas lain (seperti belajar, bersosialisasi, dan hobi lainnya) yang sudah jarang dilakukan.

Tanda-tanda kamu kecanduan gim, di antaranya sulit mengendalikan keinginan bermain, serta merasa gelisah ketika tidak memainkannya.

3. Tipe kepribadian

Tipe kepribadian juga bisa memengaruhi kecenderungan kita bermain gim secara berlebihan.

Karakter orang yang rentan kecanduan gim, antara lain:

Gaji tak kunjung naik. Promosi mesti pindah perusahaan. Skripsi belum juga ACC. Diet ketat, berat badan tak turun juga. Lingkungan kerja toxic, bosnya narsistik. Gaji bulan ini mesti dibagi untuk orang tua dan anak. Mau sustainable living, ongkosnya mahal. Notifikasi kantor berdenting hingga tengah malam. Generasi Zilenials hidup di tengah disrupsi teknologi, persaingan ketat, dan kerusakan lingkungan.

Simak 'Lika Liku Zilenial' mengupas tuntas permasalahanmu berdasar riset dan saran pakar.

4. Kurangnya pengawasan orang tua

Saat masa pertumbuhan, kurangnya pengawasan dari orang dewasa-terutama orang tua-bisa menyebabkan anak memiliki kecenderungan lebih banyak menghabiskan waktu bermain gim.

Pasalnya, minimnya pengawasan membuat anak kehilangan pemahaman mengenai batasan waktu bermain gim, alternatif penyaluran energi yang lebih sehat, serta contoh penggunaan gawai yang seimbang dari orang tua.

5. Buruknya relasi dengan orang tua

Buruknya relasi dengan orang tua berisiko membuat anak merasa diabaikan, kesepian, dan cemas. Akibatnya, anak berisiko menjadikan gim sebagai pelarian hingga berkembang menjadi kecanduan.

Terlebih, ketika orang tua sering memberikan gadget kepada anak demi mengatasi kesenjangan tersebut. Di sisi lain, anak main gim untuk memenuhi kebutuhan psikologisnya yang tidak seimbang.

Kecanduan main gim tidak boleh disepelekan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa berlebihan main gim bisa berdampak pada kesehatan, seperti membuat kita jadi lebih agresif, mengalami gangguan penglihatan, sering nyeri punggung, dan terkena obesitas.

Jadi, jangan tunggu sakit dulu, baru kamu berhenti. Jika kamu mengalami tanda-tanda kecanduan main gim yang mulai mengganggu keseharian maupun hubunganmu dengan orang lain, cobalah perlahan menahan diri untuk tidak memainkan gim.

Bila perlu, hapus aplikasi dan jauhkan gawai/konsol gim dari jangkauanmu. Lakukan kegiatan lain yang menyita energi dan perhatianmu dari gim, seperti berolahraga, main musik, ataupun berkegiatan sosial.

Jika tidak berhasil, jangan ragu untuk meminta bantuan psikolog maupun psikiater guna mengatasi kecanduanmu, ya!

More Turkmenistan News

Access More

Sign up for Turkmenistan News

a daily newsletter full of things to discuss over drinks.and the great thing is that it's on the house!