Share article
Copy article link
Print article
Semua orang pasti tahu apa itu bermain. Kegiatan yang umum dilakukan anak-anak ini bisa berupa aktivitas dan perilaku spontan secara bebas.
Anak-anak punya banyak cara untuk bermain, seperti mengeksplorasi gerakan, membangun sesuatu, menciptakan permainan, menggunakan imajinasi, atau berkejar-kejaran dengan teman di taman bermain.
Konvensi PBB tentang Hak Anak mengakui bahwa bermain adalah hak asasi setiap anak. Sayangnya, aktivitas ini kini mulai hilang. Berbagai studi global, di seluruh lintas usia, telah mengonfirmasi bahwa jumlah anak-anak yang bermain di luar ruangan terus menurun selama beberapa dekade terakhir.
Padahal, bermain secara bebas terbukti meningkatkan perkembangan kognitif, sosial, serta fisik anak. Menyediakan beragam pilihan permainan, akses yang mudah, serta batasan yang lebih longgar bisa mendorong anak-anak lebih aktif terlibat dalam aktivitas fisik bersama teman sebaya sesuai imajinasi mereka.
Read more: Cara terbaik dan murah jaga kesehatan anak: ajak mereka bermain di luar rumah
Riset di berbagai negara menunjukkan aktivitas aktif atau mandiri anak-anak terus menurun selama dua dekade terakhir.
Para peneliti menyebut permainan anak dalam kondisi "terancam punah", dan bahkan sudah "punah". Penyebabnya beragam, mulai dari meningkatnya penggunaan gawai elektronik, kekhawatiran orang tua untuk melindungi anak-anak dari orang asing, lalu lintas, polusi, hingga perundungan.
Penelitian menunjukkan penyebab permainan anak terancam punah adalah karena rendahnya kesadaran akan pentingnya bermain, besarnya tekanan pada anak-anak untuk berprestasi di kelas, dan banyaknya batasan dalam bermain. Jadwal pekerjaan orang tua yang padat serta banyaknya kegiatan ekstrakurikuler anak-anak, juga ikut mengurangi waktu bermain.
Para orang tua melaporkan bahwa anak-anak mereka lebih jarang bermain di luar ruangan dibanding saat mereka masih kecil. Para orang tua juga merasa anak-anak sekarang lebih jarang berjalan kaki dan bersepeda ke sekolah atau bermain-main sepulang sekolah.
Orang tua pun cenderung lebih banyak mendampingi anak-anaknya, mulai dari mengantar mereka ke sekolah, memantau aktivitas di luar rumah, mengawasi mereka di lingkungan sekolah. Mereka bahkan memilih menjaga mereka tetap di dalam rumah demi keamanan.
Lebih dari setengah populasi dunia kini tinggal di perkotaan. Di perkotaan, kesempatan bermain di luar ruangan semakin kecil karena minimnya ruang terbuka alami.
Anak-anak sekarang memiliki lebih sedikit kesempatan untuk berinteraksi dengan alam. Padahal, kontak langsung dengan alam bisa meningkatkan kreativitas anak, meningkatkan suasana hati, menurunkan stres, meningkatkan kesejahteraan, meningkatkan aktivitas fisik, dan meningkatkan fokus.
Bermain di alam juga penting untuk menyeimbangkan paparan anak terhadap teknologi. Selain itu, dengan terhubung dengan alam sejak dini, anak-anak akan lebih mampu menghargai dan menjaga lingkungan di masa depan.
Read more: Apa itu _playdate_ dan manfaatnya bagi anak dan orang tua?
Di tingkat sekolah dasar, anak-anak menghabiskan sekitar 30 jam per minggu di sekolah dan memiliki lebih dari 4 ribu jam waktu istirahat. Ketika ruang bermain di rumah dan ruang publik semakin terbatas, sekolah menjadi tempat terbaik bagi anak-anak untuk memenuhi kebutuhan bermain.
Penelitian menunjukkan bahwa menghadirkan benda-benda sederhana seperti kotak, pipa, dan papan kayu di taman bermain sekolah bisa mendorong anak-anak bekerja sama. Mereka akan saling bertukar ide dan memecahkan masalah dengan membangun, mengamati, merancang, dan belajar bersama.
Menyediakan lebih banyak pilihan bermain di luar ruangan bagi anak-anak membuat mereka tertantang secara intelektual. Mereka pun dapat terlibat dalam menemukan cara-cara baru untuk memanfaatkan ruang-ruang tersebut.
Jika peralatan bermain-seperti bola, tongkat pemukul, dan balok-tidak tersedia, anak-anak masih bisa menggunakan apa yang disediakan alam, seperti ranting, daun, batu, bulu, kelopak bunga, lumpur, dan pasir.
Keragaman objek luar ruangan dan fiturnya menawarkan beragam bentuk, ukuran, dan lokasi yang dapat digunakan anak-anak untuk menemukan, mengeksplorasi, dan menciptakan permainan. Objek-objek bermain ini sebaiknya tidak bersifat tetap agar dapat merangsang daya eksplorasi, kreativitas dan penemuan baru anak-anak.
Kesempatan bermain yang baru dan menyegarkan penting bagi anak-anak. Agar sekolah dan orang tua bisa memaksimalkan permainan anak-anak, lingkungan bermain harus mencakup:
Australia adalah salah satu contoh negara yang mengakui pentingnya bermain dan pembelajaran di luar ruangan dalam kurikulum mereka. Memastikan anak-anak dapat mengakses permainan luar ruangan yang berkualitas akan membantu menyelaraskan tujuan kurikulum nasional dengan dunia anak-anak.
This article was originally published in English



















