Udang ekspor Indonesia terkontaminasi zat radioaktif: Pemerintah tidak boleh lengah

Share article

Print article

Udang ekspor Indonesia dari PT BMS dilarang beredar di Amerika Serikat karena mengandung zat radioaktif Cesium 137.

Cesium 137 biasa digunakan untuk mengukur ketebalan kertas dan pelat baja hingga radioterapi kanker prostat.

Meski masih dalam batas aman, paparan Cesium 137 terus menerus bisa picu kanker hingga kelainan genetik.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menemukan jejak radioaktif Cesium 137 dalam udang beku dari eksportir Indonesia PT Bahari Makmur Sejati (BMS).

Cesium 137 merupakan zat radioaktif buatan yang biasa digunakan untuk mengukur ketebalan kertas dan pelat baja, hingga radioterapi kanker prostat.

FDA menemukan sekitar 68 Becquerel/kilogram (Bq/kg) kandungan Cesium 137 dalam udang beku PT BMS.

Kendati kadar kontaminasinya jauh lebih rendah dari batas aman yang diperbolehkan FDA (1200 Bq/kg), otoritas tersebut tetap melarang peredaran udang PT BMS di AS. Tujuannya agar masyarakat terhindar dari akumulasi paparan zat radioaktif yang lama-kelamaan dapat menimbulkan penyakit.

Hasil investigasi sementara Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) mengungkapkan bahwa cemaran Cesium 137 pada udang beku bersumber dari tempat pengumpulan besi bekas di sekitar area pabrik PT BMS yang berlokasi di Kawasan Industri Modern Cikande, Banten.

Cemaran Cesium 137 sangat berbahaya, karena zat ini sanggup bertahan di lingkungan selama lebih dari 30 tahun. Paparannya dapat terakumulasi pada tumbuhan, hewan, dan manusia.

Kebocoran reaktor nuklir pada 2011 di Fukushima, Jepang, misalnya, menyebabkan Cesium 137 menyebar lewat air dan tanah hingga mencemari sayuran sekitar dengan kadar kontaminasi yang sangat tinggi

Kadar Cesium 137 dalam sawi di Fukushima mencapai hampir 10 kali lipat (9400 bq/kg), sementara brokoli hampir 2 kali lipat (2100 bq/kg) dari kadar yang diperkenankan oleh FDA.

Dampak radiasi ini bahkan sampai ke daerah lain, seperti Gunma dan Tochigi. Namun, konsentrasi radioaktif Cesium 137 pada sayur dan buah di kawasan luar Fukushima cukup kecil.

FDA mengatakan bahwa paparan radiasi rendah dari udang beku PT BMS yang terkontaminasi Cesium 137 tidak membahayakan kesehatan.

Berdasarkan perhitungan dosis efektif, porsi sekali makan 200 gram udang yang terkontaminasi, diperkirakan memberikan paparan Cesium 137 sebesar 0,17 mikrosievert (Sv).

Apabila kita mengonsumsi udang tiga kali sehari dalam sepekan, maka kita akan terpapar Cesium 137 sebesar 186,15 Sv/tahun atau 0,18 milisevert (mSv)/tahun.

Dalam skenario ini, dosis konsumsi udang masih di bawah batas maksimal yang diperbolehkan, yaitu sebesar 1 mSv/tahun. Karena itu, konsumsi udang dari PT BMS sebenarnya masih dalam batas aman.

Read more: Kontaminasi radioaktif di Serpong mirip kasus di Korea dan Brasil, bagaimana level bahayanya?

Meski begitu, FDA memperingatkan bahwa mengonsumsi udang yang terkontaminasi secara terus-menerus dalam jangka waktu lama berisiko membahayakan kesehatan.

Udang yang terkontaminasi Cesium 137 dapat masuk ke dalam saluran cerna manusia dan memancarkan radiasi beta dan gamma.

Radiasi gamma ini yang berbahaya karena memiliki kemampuan menembus ke dalam sel, bahkan merusak struktur DNA dan kromosom.

Kerusakan DNA menyebabkan sel membelah dengan cepat dan tidak terkontrol sehingga berkembang menjadi kanker-khususnya pada organ yang rentan terhadap paparan radiasi, seperti sumsum tulang, pembuluh darah, dan kulit.

Sebagai contoh, setelah ledakan reaktor nuklir Chernobyl di Ukraina, kasus kanker darah di kota itu meningkat dibandingkan sebelum kejadian akibat penduduk terpapar radiasi tinggi.

Dampaknya bahkan dirasakan negara yang berdekatan dengan lokasi ledakan Chernobyl seperti Belarusia. Kasus kanker tiroid di negara itu meningkat cukup tinggi setelah ledakan.

Sementara itu, kerusakan kromosom menyebabkan bayi lahir dengan kelainan genetik. Cesium 137 dapat masuk ke dalam plasenta, memicu kelainan genetik berupa tulang belakang tidak menutup sempurna ketika lahir (neural tube defect).

Read more: Bagaimana limbah PLTN Fukushima dapat berdampak pada laut Indonesia

Meski kadarnya kecil, temuan Cesium 137 pada udang beku PT BMS tidak boleh dianggap sepele. Pemerintah perlu melakukan pengendalian cemaran Cesium 137 lintas sektoral, untuk menghindari meluasnya kontaminasi radioaktif pada lingkungan dan masyarakat.

Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan setempat, misalnya, perlu melakukan skrining kesehatan dan deteksi radioaktif dini pada populasi sekitar Kawasan Industri Modern Cikande.

Selain itu, lakukan mitigasi dampak paparan jangka panjang terhadap kesehatan masyarakat lewat surveilans epidemiologi.

Adapun Kementerian Lingkungan Hidup harus memperluas penilaian risiko paparan Cesium 137, tidak hanya sebatas di sekitar kawasan industri, tapi juga rantai pasok makanan. Tujuannya untuk melihat sejauh mana Cesium 137 menyebar melalui udara, air, atau tanah.

Risiko kontaminasi pada makanan, sayuran, dan buah juga perlu diperiksa untuk mengukur dosis paparan pada manusia.

Bila perlu, pemerintah harus menyusun langkah-langkah untuk dekontaminasi daerah yang tercemar, termasuk pemusnahan produk-produk konsumsi yang mengandung Cesium 137.

Lewat respons cepat tanggap dalam mencegah meluasnya pencemaran Cesium 137, diharapkan kesehatan lingkungan dan masyarakat kini dan nanti tetap terjaga.

Ringkasan muka belum ya

More Turkmenistan News

Access More

Sign up for Turkmenistan News

a daily newsletter full of things to discuss over drinks.and the great thing is that it's on the house!